BECAUSE WE ARE LEADERS

01.39 Nindy AD 0 Comments


“If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are the leader” – John Quincy Adams
Pertama kali yang selalu terbayangkan saat aku mendengar kata pemimpin adalah Soekarno. Entah mengapa dalam kepalaku tertanam bahwa beliau adalah sosok pemimpin ideal yang mampu membawa Indonesia menjadi negara yang merdeka dan mampu berdiri sendiri di bumi pertiwi ini. Namun, sesaat ku resapi arti pemimpin, yang ada di kepalaku adalah sosok Nabi Muhammad SAW.

Ya, benar, Nabi Muhammad adalah tokoh idolaku, dan dia adalah sebaik-baiknya khalifah atau pemimpin yang ku tahu sampai saat ini. Banyak hal yang membuatku mengagumi sosok kepemimpinan beliau, dan dari sosok Muhammad, ku temukan arti dari pemimpin yang sesungguhnya. Sifat-sifat yang dimiliki beliau mencerminkan sifat pemimpin yang wajib diteladani, antara lain Shiddiq (benar), Fathannah (cerdas), Tabligh (menyampaikan), Amanah (dapat dipercaya).

Ada beberapa hal yang membedakan Muhammad dengan sosok pemimpin lainnya. Beliau bukanlah sosok pemimpin yang akan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan suatu hal. Beliau memulai dari dirinya sendiri, Beliau memberi suri tauladan kepada orang lain. Dengan kebijaksanaan yang dimilikinya, beliau mampu mendorong orang disekitarnya untuk melakukan suatu kebaikan dengan mengikuti apa yang dilakukan Beliau tanpa adanya paksaan.

Menginspirasi, ya benar Beliau mampu menginspirasi banyak orang dengan segala kebijaksanaan dan kearifan yang dimilikinya. Begitulah sosok pemimpin yang ada dalam pikiranku, yang dapat menginspirasi orang lain untuk menjadi lebih baik. Lebih dalam lagi, pemimpin merupakan seseorang yang dapat menginspirasi dan mendorong orang lain untuk bisa bermimpi lebih tinggi dan menjadi seseorang yang lebih dari saat ini. sesederhana itu kah? Iya, sesederhana itu.

Tampaknya memang sangat sederhana jika pemimpin adalah pemimpin adalah orang yang mampu menginspirasi orang lain untuk bisa berbuat lebih. Namun tanpa kemauan yang kuat dari dalam diri kita, bisakah kita menginspirasi orang lain?

Menjadi seorang pemimpin yang mampu menginspirasi dapat diterapkan mulai dariasi dapat diterapkan mulai dari diri sendiri. Mulailah menjadi seseorang yang menginspirasi diri sendiri. Pimpinlah jiwa dan ragamu untuk menjadi manusia yang lebih baik, manusia yang dapat bermimpi tinggi dan selalu mencoba untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut. Jika kamu bisa mengarahkan dirimu sendiri ke jalan yang tepat, maka kamu sudah menjadi pemimpin bagi dirimu sendiri.

Setelah kita dapat memimpin diri kita sendiri, barulah kita bisa menjadi pemimpin untuk orang lain. Memimpin orang lain bukan berarti memerintah dan membawahi orang lain. Cukup dengan memberikan contoh hal-hal positif kepada orang lain dan menebarkan aura positif yang mampu mengajak orang lain untuk melakukan hal-hal positif. Pemimpin memiliki gaya kepemimpinanna sendiri, demikian pula dengan kita, menginspirasi dengan cara kita masing-masing. Seorang akademisi mampu menginspirasi orang lain dengan kecerdasanya, ketekunananya, dan mampu membuat orang lain untuk terdorong untuk menjadi seseorang sepertinya. Seorang aktivis mampu meginspirasi orang lain dengan kebijaksanaanya, wibawa nya, dan lain-lain.

Maka dari itu cobalah untuk menjadi seeorang yang mampu memberikan teladan baik bagi orang lain, yang mampu memberikan inspirasi kepada orang lain, karena setiap dari kita adalah pemimpin.

"Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya, Seorang penguasa adalah pemimpin bagi rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka, seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atasnya. Seorang hamba sahaya adalah penjaga harga tuannya dan dia bertanggung jawab atasnya." (HR Bukhari) 

0 komentar: