Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan

BECAUSE WE ARE LEADERS


“If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are the leader” – John Quincy Adams
Pertama kali yang selalu terbayangkan saat aku mendengar kata pemimpin adalah Soekarno. Entah mengapa dalam kepalaku tertanam bahwa beliau adalah sosok pemimpin ideal yang mampu membawa Indonesia menjadi negara yang merdeka dan mampu berdiri sendiri di bumi pertiwi ini. Namun, sesaat ku resapi arti pemimpin, yang ada di kepalaku adalah sosok Nabi Muhammad SAW.

Ya, benar, Nabi Muhammad adalah tokoh idolaku, dan dia adalah sebaik-baiknya khalifah atau pemimpin yang ku tahu sampai saat ini. Banyak hal yang membuatku mengagumi sosok kepemimpinan beliau, dan dari sosok Muhammad, ku temukan arti dari pemimpin yang sesungguhnya. Sifat-sifat yang dimiliki beliau mencerminkan sifat pemimpin yang wajib diteladani, antara lain Shiddiq (benar), Fathannah (cerdas), Tabligh (menyampaikan), Amanah (dapat dipercaya).

Ada beberapa hal yang membedakan Muhammad dengan sosok pemimpin lainnya. Beliau bukanlah sosok pemimpin yang akan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan suatu hal. Beliau memulai dari dirinya sendiri, Beliau memberi suri tauladan kepada orang lain. Dengan kebijaksanaan yang dimilikinya, beliau mampu mendorong orang disekitarnya untuk melakukan suatu kebaikan dengan mengikuti apa yang dilakukan Beliau tanpa adanya paksaan.

Menginspirasi, ya benar Beliau mampu menginspirasi banyak orang dengan segala kebijaksanaan dan kearifan yang dimilikinya. Begitulah sosok pemimpin yang ada dalam pikiranku, yang dapat menginspirasi orang lain untuk menjadi lebih baik. Lebih dalam lagi, pemimpin merupakan seseorang yang dapat menginspirasi dan mendorong orang lain untuk bisa bermimpi lebih tinggi dan menjadi seseorang yang lebih dari saat ini. sesederhana itu kah? Iya, sesederhana itu.

Tampaknya memang sangat sederhana jika pemimpin adalah pemimpin adalah orang yang mampu menginspirasi orang lain untuk bisa berbuat lebih. Namun tanpa kemauan yang kuat dari dalam diri kita, bisakah kita menginspirasi orang lain?

Menjadi seorang pemimpin yang mampu menginspirasi dapat diterapkan mulai dariasi dapat diterapkan mulai dari diri sendiri. Mulailah menjadi seseorang yang menginspirasi diri sendiri. Pimpinlah jiwa dan ragamu untuk menjadi manusia yang lebih baik, manusia yang dapat bermimpi tinggi dan selalu mencoba untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut. Jika kamu bisa mengarahkan dirimu sendiri ke jalan yang tepat, maka kamu sudah menjadi pemimpin bagi dirimu sendiri.

Setelah kita dapat memimpin diri kita sendiri, barulah kita bisa menjadi pemimpin untuk orang lain. Memimpin orang lain bukan berarti memerintah dan membawahi orang lain. Cukup dengan memberikan contoh hal-hal positif kepada orang lain dan menebarkan aura positif yang mampu mengajak orang lain untuk melakukan hal-hal positif. Pemimpin memiliki gaya kepemimpinanna sendiri, demikian pula dengan kita, menginspirasi dengan cara kita masing-masing. Seorang akademisi mampu menginspirasi orang lain dengan kecerdasanya, ketekunananya, dan mampu membuat orang lain untuk terdorong untuk menjadi seseorang sepertinya. Seorang aktivis mampu meginspirasi orang lain dengan kebijaksanaanya, wibawa nya, dan lain-lain.

Maka dari itu cobalah untuk menjadi seeorang yang mampu memberikan teladan baik bagi orang lain, yang mampu memberikan inspirasi kepada orang lain, karena setiap dari kita adalah pemimpin.

"Setiap kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang di pimpinnya, Seorang penguasa adalah pemimpin bagi rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka, seorang istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia bertanggung jawab atasnya. Seorang hamba sahaya adalah penjaga harga tuannya dan dia bertanggung jawab atasnya." (HR Bukhari) 

Do Your Best, Hard Works Never Betray You!



     Hello dears, today I'll share about my experience that always motivated me. Haha I'll try using English but please don't laugh if you see it wrong wkwkw.

     Okay, last year, I followed National Olympiad of Astronomy. Because of that, I never joined the class for a month, because I had to do some preparations at Salatiga with the other team. When the competition had done, I joined the class again. I thought that the teachers would gimme kindness, may be I didn't have to do some exercises, or I could get a good mark haha *expect too much*. But in reality, I had to do all exercises, tasks, and so on. My scores also dropped in some subjects. I was crazy enough at that time because the score at 12th grade really influenced to SNMPTN. The teachers didn't gimme compensation, why? Because almost of the teachers were my new teachers, and never taught me. So they didn't recognize me and didn't gimme some appreciation for my hard works :( or may be they didn't know what have I done from last month -_-

    So, one day, I joined Javanese class. But it was the free class. Some of the students asked to the teacher for the best faculty for them, haha you know that many 12th grader confused to choose where they would continue their study. Why did we ask our Javanese teacher? Because many people said that he can read our hands. Do you believe something like that? I didn't believe at first. But I was curious at that moment, so Mr. Dian read my hand. He said that I had conflict in my heart, and the best solution is from my parent. If I followed what my parents said, it would be better and I can continue my study to higher level. Oh my, he was really right. I was really confused to choose FTTM (petroleum) or STEI (electro and informatics). At first, I wanted to go to FTTM, but my father said it would be better if I could continue my study in the faculty that related to computer, design, and programming. Because I really really wanted to go to ITB, it had to be STEI. Oh my God, Mr. Dian was right. But I thought again that it could be coincidental. 

     Then he told me again 
You don't have to worry about your score and your difficulty nowadays. It could be hard and not satisfactory as yo want. But believe that God always give you the best. How hard it could be, how hard is the process, you must keep moving and keep your spirit. You have to do your best too. In the end, Allah would you the best.
     Mashaallah, I thought Mr. Dian could read my mind. After hearing something like that, my heart felt relief, Mr. Dian right, I had to always do my best. Allah always be in my side. Mr. Dian's words always gimme motivation that I don't have to desperate. In the end of year, I proved it. I got better than what I expected. Thank you Mr. Dian, you really motivated me. And big thanks to Allah that always gimme the best. So what can we learn from my story is
Never give up, always do your best, the process may be hard, but the result may be better than what you expected.
And I have two quotes that always give me spirit
Do your best, let God does the rest.
Hard works never betray you!